Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

Fenomena A4 : Afwan Ane Ada Acara

Aduh, dia melirik lagi. Sorot mata tajam nan teduh itu kembali menatapku. Andai aku bisa, ingin rasanya aku lari dari pandangannya. Sepasang mata yang dimiliki oleh sesosok pria tampan yang tinggi tegap dengan wajah bercahaya penuh makna. Siapa yang tidak berdetak jadinya?

Eeeit, dia melirik lagi. Wah jadi Ge eR nich. Sejak 20 menit yang lalu telah lima kali dia melirikku. Dan diruangan 3 x 4 meter ini hanya ada aku dan dia. Ingin rasanya aku menyapanya, berkenalan dengannnya. Tapi lihat, dia kelihatan gelisah. Sesekali dia memandang ke luar.Apakah ada yang ditunggunya.? Wah, jadi jealeous nich. Apa aku gak cukup untuk menemaninya?

Dan ditangannya ada secarik kertas. Jadi penasaran ama isinya. Ehmmm, kopnya sich sebuah institusi dakwah. Truzz kubaca sampai bawah. Oh, ternyata sebuah surat undangan. Kalau melihat tanggalnya sih hari ini, dan tempatnya diruangan ini. Dan jamnya, ternyata 20 menit yang lalu. Pantesan dia gelisah. Peserta rapat yang lain belum datang dan sudah cukup lama dia menunggu.

Sssst. Ada yang datang tuch. Dua orang lelaki yang memakai baju koko dengan kopiah Mesir. “Assalamu’alaikum akh Rahmat. Afwan terlambat ane ada acara. Baru selesai beres – beres kontrakan,” kata yang lebih tua. “Wa’alaikum salam akhi udin dan akhi Syaiful. Ayo silahkan duduk. Yang lain belum pada datang nich”, jawabnya. Jadi yang sedari tadi melirikku itu namanya Rahmat, dan yang datang adalah Udin dan Syaiful.Selanjtunya, 10 menit kemudian semua peserta rapat baru hadir semua dan 5 menit kemudian rapat baru dimulai.

Jadi ingat dengan yang disampaikan seorang ustadz dua minggu yang lalu.

***

Saudaraku, kita telah ikrarkan diri kita adalah jundi – jundi dakwah – para anshorullah yang selalu siap untuk mempersembahkan segala yang kita miliki untuk mewujudkan izul Islam wal muslimin. Namun, adalah sunatullah bahwasannya setiap yang Haq akan memiliki pesaing tunggal yaitu kebatilan. Kebatilan yang terorganisir akan mampu mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir.

Saudaraku, salah satu ciri suatu kelompok yang terorganisir adalah bagaimana ia menghargai waktu. Waktu yang dimiliki oleh tiap manusia semua sama yaitu 24 jam sehari dan 3600 detik tiap jamnya. Tidak ada seorangpun yang mendapatkan kurang atau lebih dari jumlah tersebut. Tinggal bagaimana kita memanfaatkandan mengatur waktu tersebut sebaik – baiknya.

Sehingga, para pakar manajemen yang meneliti masalah waktu merumuskan dua teori manajemen tentang waktu berdasarkan pengalaman orang – orang yang sukses dengan waktunya.

Pertama, teori yang disebut Just In Time ( JIT ) atau yang mudahnya dijabarkan dengan waktu yang tepat untuk melaksanakan sesuatu sehingga sasaran tercapai. Kalau kita mempelajari siroh nabawiyah, maka akan kita lihat Rosulullah melaksanakan JIT dengan bagus sekali. Kapan saat yang tepat untuk dakwah secara rahasia (siriyah), kapan saat yang tepat untuk dakwah secara terang – terangan (Amniyah), kapan berhijrah, kapan berperang dan sebagainya.

Kedua, teori yang disebut sebagai Just On Time ( JOT ) yang mudahnya diartikan sebagai tepat waktu. Disini Islam telah mengajarkan kita untuk selalu tepat waktu. Sholat lima waktu kita telah mengajarkan kita untuk tepat waktu dalam pelaksanaannya. Shoum kita telah mendidik kita untuk tahu kapan mulai berpuasa dan kapan dapat berbuka. Tidak ada yang sholatnya diluar waktunya atau kita baru sahur ketika adzan shubuh selesai dikumandangkan. Semua pasti tepat waktu. Dan sebagai kader dakwah hendaknya pengajaran dan pendidikan ini bukan hanya kita rasakan saat itu saja, namun harus diaplikasikan dilain bidang juga.

Jadi, kalau kita ingin memenangkan dakwah diatas kebatilan, maka kita harus mempraktekkan JIT dan JOT tersebut semaksimal mungkin. Agar apa, agar kita lebih terorganisir dalam mencapai tujuan dakwah tersebut.

Dan akhi, manusia adalah makhluk yang diciptakan sebagai sebaik – baik penciptaan. Dengan akalnya dia mudah menciptakan 1001 alasan untuk membela diri ketika terjadi hal – hal yang tidak kita inginkan akibat perbuatan kita. Namun, sebagai prajurit Allah hendaknya kita sadar untuk mengkoreksi diri dan selanjutnya berazam untuk memperbaiki diri agar dakwah ini mendapat kemajuan yang berarti. Dan membuat alasan, atau mencari – cari alasan adalah bukan termasuk melakukan koreksi diri.

***

Andai saja semua kader dakwah bisa melakukan JIT dan JOT, tentu dakwah ini akan berjaya. Tidak perlu ada lagi orang yang dikecewakan karena harus menunggu peserta rapat yang lain. Tidak perlu ada rencana untuk membuat undangan sejam sebelum acara dimulai. Tidak perlu ada orang yang beralasan terlambat karena baru bangun tidur, baru makan, baru nyuci baju, dan baru – baru yang lainnya, karena ia tahu kapan saat yang tepat untuk melakukannya dan ia tahu ia harus tepat waktu hadir di kegiatan yang lain. Yang terpenting tidak perlu lagi mendengar ungkapan “Afwan Ane Ada Acara” ketika dia terlambat.

Jangan khawatir, aku tak akan kecewa andaikata tidak ada lagi sorot mata yang melirikku berkali – kali, tidak lagi berduaan dalam ruangan kecil ini dengan seorang lelaki yang tampan, tidak lagi berdetak – detak diri ini, karena aku hanyalah jam dinding tua yang sudah usang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 18 April 2007 by in Islam and tagged , .

Navigasi

%d blogger menyukai ini: