Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

GRATIS . . .

“BU Fatma …. Bu Fatma, Udah beli Sabun “A” belum, sekarang tiap beli
2 sabun mandi “A” gratis satu gelas cantik lho ….Buruan sebelum kehabisan “
adalah ungkapan yang sering kita dengar ketika seorang ibu rumah tangga bertemu dengan temannya. Atau sering pula kita dengar rajukan seorang anak umur 3 tahun kepada ibunya, “Ibu, pokoknya dede minta dibelikan ayam goreng “XYZ”, kan ada gratis mainan”.

Ungkapan atau percakapan itulah yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari – hari. “Gratis”. Singkat tapi bermakna. Satu kata yang paling diminati oleh makhluk bernama manusia, bahkan sampai urusan makanpun walau aslinya nggak enak, karena gratis (ditraktir teman) maka menjadi enaaaa…k.

Berikut ini akan dipaparkan beberapa gratis yang sering kita temui pada kehidupan sehari – hari :

  1. Hadiah “Gratis”.

Pada kesempatan ini, kata gratis akan kita jumpai pada iklan produk – produk industri. Apabila kita membeli barang mereka, maka kita mendapatkan sesuatu sebagai hadiah dengan gratis atau ungkapan “Beli 2 dapat 3”. Perlu diwaspadai bahwa gratis kita kali ini sebenarnya tidak sama sekali gratis. Hal ini karena biaya hadiah gratis terasebut diambil dari harga produk tersebut sebelum atau setelah masa gratis. Jadi pada dasarnya pengusaha tidak akan pernah memberikan sesuatu yang gratis kepada konsumennya.

  1. Sekolah “Gratis” (Beasiswa)

Untuk yang satu ini biasanya diberikan oleh pemerintah dan perusahaaan besar. Bagi siswa yang sekolah disitu tidak dipungut bayaran, dan bahkan disalurkan atau isilah kerennya “Ikatan Dinas”. Waspadalah untuk yang satu ini, karena yang “Gratis tadi” ternyata setelah di renungkan tidak gratis juga. Para lulusan sekolah kedinasan milik pemerintah biasanya terikat dengan ikatan dinas dan mau ditempatkan dimana saja, biasanya di”daerah pedalaman” dengan gaji dan sarana seadanya. Untuk perusahaan, selain mereka harus menjadi robot industri yang loyal, rajin dan pekerja keras, gaji yang mereka terimapun biasanya hanya setengah atau bahkan dibawah dari gaji yang diterima oleh orang lain dengan status pendidikan yang sama karena ada potongan untuk biaya pendidikan.

  1. Pemberian “Gratis” (Suap)

Untuk kasus berikut adalah umum kita lihat dilingkungan para birokrat dan politisi. Banyak dari mereka yang diberi amplop gratis, mesin cuci gratis atau bahkan rekening gratis. Kata pemberinya sih memang “Gratis” karena ia tidak meminta apa – apa atas barang yang diberikannya. Tapi jangan salah, jika suatu saat pemberi tersebut mendapat kesulitan, maka ia akan meminta bantuan kepada orang yang telah digratisinya dan orang tersebut mau tidak mau harus memuluskan jalan pemberi tersebut. Maka jadilah pemberian tadi menjadi sesuatu yang tidak gratis.

  1. Senyuman “Gratis”

Ada sebuah ungkapan :”Ungkapkanlah Isi hati anda dengan Senyuman”. Sering kita memberikan senyuman kepada orang lain atau kita mendapat senyuman dari orang lain. Kita atau orang lain yang memberi senyuman, sering mengatakan kalau kita tidak mengharapkan apa – apa dari senyuman kita, tapi tunggu dulu apa iya kita tidak mengharapkan apa- apa alias “Gratis”. Ternyata senyuman kitapun tidak gratis, coba kalau kita tersenyum dan orang yang kita senyumi diam saja tidak membalas dengan tersenyum atau menyapa maka kita akan berang dan selanjutnya saat ketemu lagi dengan orang tersebut, kita tidak mau tersenyum lagi. Nah lho, kan jadi tidak gratis.

Sebenarnya kalau kita masih mau mengulas tentang tindakan manusia yang katanya gratis, maka akan masih banyak lagi kita temui dan ujung – ujungnya tidak ada yang gratis. Hanya Allah lah yang telah memberikan berbagai kenikmatan kita, rizki yang melimpah, kesehatan, dan lainya tanpa pernah meminta imbalan alias gratis. Satu contoh kecil saja, coba kalau udara yang kita hirup setiap hari itu diharuskan membayar kepada Allah. Apa kita kuat untuk membayar?

Truzz, bagaimana dengan ibadah kita, sholat kita, puasa kita kan semuanya untuk Allah. Jadi apa yang Allah berikan ke kita, kita harus membalasnya dengan ibadah. Tunggu dulu, jangan terburu – buru. Yang tidak gratis ternyata kita, bukannya Allah. Coba kalau kita sholat, puasa, atau ibadah lainnya dan tidak dijanjikan surga oleh Allah apa kira – kira kita akan melakukannya. Ternyata 99% jawabannya adalah tidak. Nah lho.

Oleh karena itu wahai manusia, ingatlah yang gratis itu hanya dari Tuhanmu, sedangkan manusia sebaik apapun dia tidak akan memberikan ke”Gratis”an kepada kita.

Ada yang masih mau “Gratis”?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 18 April 2007 by in Uncategorized and tagged .
%d blogger menyukai ini: