Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

[Sajak Cinta] Bukan Dari Negeri Dongeng

Ada sebuah impian menari di angan
Mendamba seorang putri cantik jelita
Penawar kala lelah & penyemangat kala malas
Tempat berlabuh setelah berlayar
Dalam sebuah mungil baiti jannati

Namun sadarilah bahwa istri yang kau nikahi
Ia bukanlah putri secantik Zulaikha
Tidaklah seteguh Aisiyah dan sepintar Aisyah
Apalagi semulia Khadijah

Demikian pula Ia tidaklah seikhlas Hajar
Tidaklah sekuat Asma dan Seberani Al Khonsa
Atau setabah Fatimah

Ia adalah wanita biasa
Yang bercita – cita menjadi wanita ahli syurga
Agar bisa lebih dekat dengan Al Kholiknya

Adalah kisah dari negeri dongeng

Akan seorang putri terpingit diatas menara
Mendamba seorang pangeran tampan berkuda
Yang membawanya ke istana di atas bukit
Bertamankan bunga – bunga cinta

Namun sadarilah bahwa suami yang menikahimu
Ia bukanlah pangeran yang setampan Yusuf
Tidaklah sehanif Ibrahim dan setabah Ayyub
Apalagi semulia Muhammad

Demikian pula Ia tidaklah sesederhana Umar
Tidaklah seberani Ali dan seperkasa Khalid
Atau sepintar Ibnu Abbas

Ia adalah lelaki biasa
Yang berusaha memperbaiki diri
Untuk lebih dekat dengan Robbul Izzati

Jadi cintailaih pasanganmu betapapun banyak kekurangannya, karena diatara kekurangannya pasti ada kelebihannya yang tidak akan kau temukan pada orang selainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 22 Mei 2007 by in Keluarga and tagged .
%d blogger menyukai ini: