Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

Selamat Jalan Sahabat

Ah ada SMS masuk, langsung kubuka. “Aslm, mas thu info rombongan Cibodas yang bisnya jatuh ke jurang gak? Tlg confirm klo ada info. Syukron.”

Langsung ku putar otak. O, ya. Ada 2 rombongan pengajian yang sedang keluar kota. Satu rombongan ke Serang dan satu rombongan ke Cibatok? Tapi, bukannya yang jatuh ke jurang itu rombongan dari salah satu sekolah di Depok? Bingung juga ….

Kemudian ku hubungi saja salah satu rekan pengajian yang ikut rombongan ke Serang. Dia mengatakan kalo rombongan dari Serang baru saja tiba dengan selamat, Alhamdulillah..

Cuma katanya rombongan Yayasan Al Amanah yang ke Cibatok-lah yang mengalami musibah. Informasi sementara ada 2 Akhwat yang meninggal, yang lainnya luka – luka. Sekarang semuanya ada di RS PMI Bogor.

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un….

Kemudian ku hubungi rekanku yang SMS tadi dan mengabarkan info yang baru kudapat. Ternyata diantara temannya ada yang ikut rombongan tersebut, itulah mengapa ia menjadi khawatir.

Dan ternyata tiba – tiba istriku setengah berteriak, “Jangan – jangan temenku ikut juga bi?”

Tanpa tunggu lama dia menghubungi HP temannya tersebut dan ternyata benar dia ikut. Kondisinya luka dengan beberapa jahitan dan salah satu yang meninggal adalah Mia,akhwat yang dikenal istriku walau tak terlalu dekat.

***

Saudaraku, musibah adalah hal yang tidak bisa kita duga. Begitu pula tak pernah terlintas sekalipun dalam benak kita untuk mengharapkannya. Musibah adalah sepenuhnya rahasia-Nya sebagai ujian bagi orang beriman atau azab bagi mereka yang bermaksiat.

Saudaraku, janganlah sampai sekalipun kita yang tidak terkena musibah itu mengatakan, atau terbetik dalam hati kita sebuah ungkapan,”Tuh kan, untung saya gak ikut rombongan itu”. Seolah kita menyalahkan mereka yang ikut, sehingga dengan keikutsertaan mereka maka mereka mengalami musibah. Tapi ketidakikutsertaan kita seharusnyalah meningkatkan kesyukuran kita. Anggap saja mungkin bukan giliran kita musibah kali ini. Mungkin Allah telah menyiapkan ujian bagi keimanan kita di lain waktu dengn bentuk yang hanya Allah yang tahu.

Saudaraku, coba lihat dari sisi yang lain. Mereka yang meninggal ini sedang dalam kondisi ruhiyah yang tinggi, dalam acara untuk bertaqorub dengan Ilahnya. Bahkan bisa jadi mati mereka adalah khusnul khotimah, atau bahkan amalan mereka ketika meninggal itu setara dengan amalan mati syahid…

Saudaraku, ingatlah kematian itu pasti kan datang. Yang perlu kalian khawatirkan bukanlah kematian itu, atau bagaimana cara kita mati, tapi dalam kondisi apakah kita mati kelak. Apakah dalam kondisi khusnul khotimah ataukah suul khotimah? Jangan sampai kita mati saat kita sedang bermaksiat kepada Allah seperti yang sering kita baca di surat kabar. Kemudian, ketika kematian itu tiba. Berapa banyakkah bekal yang telah kita kumpulkan untuk menghadap-Nya.

Jadi, saudaraku. Persiapkanlah kematian itu dari sekarang. Karena ia akan datang kepada kita tanpa bertanya “Wahai fulan engkau siap atau tidak”. Ia akan datang tanpa harus ada musibah. Bisa saja ia datang lewat sakit, atau bahkan saat sholat sekalipun.

***

Selamat jalan sahabat, walaupun mungkin saya tidak terlalu mengenal engkau. Pun ku tahu dirimu kala istriku menunjukkan foto dirimu ketika hadir pada pernikahan kami. Semoga Allah menerimamu di sisi-Nya, menghapus segala kealpaan dan dosa, menerima segala keikhlasan amalmu di jalan dakwah ini. Dan semoga keistiqomahanmu di jalan dakwah yang berat ini, menjadi pelajaran bagiku untuk tetap tegar di dalamnya.

Selamat jalan Mia, …

Tangerang, 10 Juli 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 10 Juli 2007 by in Uncategorized and tagged .
%d blogger menyukai ini: