Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

Kami yang Rakyat, Bung…

Mencermati pendapat dan komentar para pengamat politik di media masa beberapa hari ini atas kemenangan ‘hasil quick count’ beberapa pilkada, maka kami sebagai rakyat akan menyampaikan kebenaran.

Benar, kami adalah rakyat yang sudah bosan. Bosan dengan para pemimpin yang sudah ubanan. Makanya kami pilih pemimpin yang masih mudaan. Apalagi mereka yang ganteng menawan. Walaupun kompetensi belum ketahuan, karena mereka masih belajaran. Namun minimal masih ada harapan, harapan untuk perubahan, perubahan yang berkeadilan dan berkesejahteraan.

Benar, kami adalah rakyat yang sudah bosan. Bosan dengan para pemimpin yang suka cakar – cakaran. Paman dan keponakan cakar – cakaran, guru dan murid pamer kepalan tangan, teman sekelas adu pengadilan, bahkan nyindir poco – pocoan sampai tukang sihir naik sapu terbang di lapangan. Makanya kami pilih pemimpin yang bermoral dan sopan, sesama teman tidak saling ‘tukar’an, agar Indonesia ini benar – benar aman, yang bukan hanya sekedar slogan.

Benar, kami adalah rakyat yang sudah bosan. Bosan dengan para pemimpin yang mata duitan. Padahal selesai menjabat mereka dapat pensiunan, pensiunan yang bernilai jutaan perbulan, atas kerja mereka lima tahunan. Sedangkan pas menjabat mereka jualan, jualan Undang – undang sampai Peraturan pemerintahan, jualan pasir pantai sampai hutan, jualan tambang minyak sampai emas intan, dan jualan BUMN untuk pendanaan dua ribu sembilan. Makanya kami pilih pemimpin yang beriman, dengan prinsip hidup kesederhanaan yang jauh dari kesan kemewahan, kebutuhan ‘wong cilik’ benar – benar diperjuangkan, yang bukan hanya sekedar ucapan pengisi iklan.

Benar, kami adalah rakyat yang sudah bosan. Bosan dengan para pemimpin yang doyan main perempuan. Perempuan sejawat partai ataupun ‘bonus’ rekanan. Makanya kami pilih pemimpin yang setia kepada komitmen pernikahan, dengan tidak menyediakan ‘space’ buat simpanan, apalagi wanita pinggir jalan yang ditawarkan ke senayan.

Benar, kami adalah rakyat yang sudah bosan. Bosan dengan para pemimpin yang mengumbar sembako dan uang untuk menarik hati kami yang hidup pas – pasan. Tahukah kalian yang kami rasakan, perilaku ini seolah ‘ngece kere sak stasiun balapan’. Padahal mereka sudah punya rencana yang mapan setelah menduduki jabatan. Rencana ‘ngapusi’ rakyat untuk menutup defisit pendanaan, dana kampanye yang ngutang kepada pengusaha dan rekanan. Makanya kami pilih pemimpin yang bersikap jantan. Perilaku korupsi, kolusi, nepotisme dan manipulasi sangat tidak ‘doyan’. Karena mereka selalu melihat pengadilan akhirat sebagai pertimbangan.

Jadi, tolong jangan bilang kalo kemenangan rakyat ini hanya kebetulan. Atau dengan alasan ada dua partai besar yang saling berhadapan, seolah karenanya kami diuntungkan.

Karena, Kami yang Rakyat, Bung…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 17 April 2008 by in Politik and tagged , .
%d blogger menyukai ini: