Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

“Be My Valentine”

Yap, tanggal keramat datang lagi. Yang namanya keramat pasti ada sajennya, dari sekedar coklat sampai bunga tujuh rupa. Parahnya pasti ada ‘korban’nya. Korbannya adalah mereka yang ‘atas nama cinta’ rela memberikan segalanya. Bukan hanya sekedar ‘urusan kehormatan’ yang ia korbankan. Namun dengan perbuatan itu ia korbankan ‘Syurga’ asal bersama sang kekasih di dalam Neraka (kata mereka emang urusan lo …)
Tanggal ini melengkapi keramatnya tanggal – tanggal yang lain. Tanggal 1 syuro, tahun baru masehi, 4 bulan kehamilan, 7 bulan kehamilan, 7 hari kematian, 40 hari kematian, 100 hari kematian, dan 1000 hari kematian. Semua tanggal keramat itu bagi orang Islam bukan tidak hanya mengada – ada, bahkan sampai mengorbankan aqidah untuk keluar dari Islam tanpa sengaja. Apalagi sebenarnya bagi kapitalis yang memasarkan tanggal itu tidak lebih adalah adanya nuansa pasar. Kan barang – barang mereka jadi laku. Urusan agama mah mereka tidak peduli, yang penting UNTUNG.
Buktinya :
1. Malam 1 syuro pasti ada kegiatan ‘ngumbah pusoko’ (mencuci benda keramat). Urusan cuci mencuci ini gak perlu detergen, tapi perlu minyak wangi, jeruk, bunga tujuh rupa bahkan kain kafan. Belum kalo ada larung sesajen, sedekah bumi, dll yang pasti butuh makanan dan peralatan dalam acaranya. Tentunya penjualnya untung kan?
2. Malam tahun baru. Yang ini so pasti lebih banyak memberikan ‘KEUNTUNGAN’. Bayangin aja jika jutaan rang nongkrong di tempat – tempat sepi yang jadinya ramai seperti pantai ancol, monas, cafe dll. berapa banyak produk kapitalis yang terjual malam itu. UNTUNG LAGI.
3. 4 bulan atau 7 bulan kehamilan. Nah, ini biasanya urusan ‘sedekah’ yang pasti ada bagi – bagi makanan. Nah penjual lagi yang untung.
4. Ini yang parah. Udah kena musibah keluarganya meninggal masih di’porotin’ hartanya. Lihat aja dalam ‘perayaan’ kematian yang seolah diwajibkan (karena kalo gak ngadain dibilang kayak nguburin kucing) pasti butuh dana yang besar. Okelah kalo dia mampu, tentu bukan masalah. Yang ada jual kerbau, jua tanah atau hutang ma rentenir untuk yang tidak mampu. Dananya untuk siapkan makanan, ‘fidyah’, bayar yang baca yasin dsb. Maka jadilah acara 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari dsb.
5. 14 Februari alias Valentine. Ini mah akal akalan agar coklat laku, bunga laku, surat ucapan laku, lilin laku, cafe laku, dll.
So guys, Saatnya kita kudu cermat gak ikut – ikutan. Bukan hanya tidak ada dasarnya sehingga tidak bernilai ibadah. Tapi bisa terjerumus kepada pengorbanan yang sia – sia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 7 Februari 2009 by in Keluarga and tagged , .
%d blogger menyukai ini: