Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

Jam Weker Dan Pribadi Muslim

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Waktu yang bahkan Allah SWT sendiri bersumpah dengan waktu. Coba lihat dalam Al Qur’an ada wal fajri, wadh dhuha, wal ‘asri, wal laili dan sebagainya. Seolah mengajarkan kita agar menjaganya dengan sepenuh hati.

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Waktu yang Nabi Muhammad-pun telah berwasiat tentangnya yaitu dengan memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, waktu sehat sebelum sakit, waktu muda sebelum tua, waktu senggang sebelum sibuk dan waktu kaya sebelum miskin. Sungguh sebuah wasiat yang harus dicermati agar tidak menyesal karenanya.

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Waktu yang berjalan begitu cepat tanpa kita sadari. Waktu masa kecil yang telah kita lewati dan sekarang kita meninggalkannya menuju dewasa. Seperti waktu di tahun 2011 yang belum terlupa namun kini 2 bulan kita telah meninggalkannya. Itulah mengapa waktu ibarat pedang, yang akan menebas apapun dengan cepat jika kita tidak menyiapkan segala sesuatunya.

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Itulah mengapa alarmku mengajarkan kalian untuk menentukan suatu target di waktu tertentu sehingga kala ia berbunyi kalian siap untuk melakukan sesuatu. Maka buatlah target – target pribadi di suatu kurun waktu tertentu dan berusahalah sungguh-sungguh untuk menggapainya baik itu dimensi akhirat atau dimensi dunia. Itulah yang disebut menjemput taqdir, karena rizki dan jodoh tidak akan datang sendiri dan harus dijemput dan setelah itu bertawakalah karena hasil bukan urusan kita namun urusan Allah SWT.

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Waktu yang harus dimanfaatkan sebelum malaikat maut datang menunaikan tugasnya. Karena waktu tidak akan kembali, maka tidak ada alasan bagi kita bahwa kita belum sempat beriman, kita belum sempat sholat, kita belum sempat bebakti kepada orang tua, kita belum sempat berjilbab, kita belum sempat bermanfaat bagi orang lain, dan belum sempat lainnya.

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka selagi masih ada waktu, milikilah Salimul Aqidah atau aqidah yang bersih dengan mengeEsakan Allah dengan menjauhi syirik, khurafat, ramalan, serta perdukunan karena “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam (QS 6:162).

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka selagi masih ada waktu, milikilah Shahihul Ibadah atau ibadah yang benar yaitu melaksanakan setiap peribadatan dengan merujuk kepada sunnah Rasul SAW tanpa ada unsur penambahan atau pengurangan. Belajarlah Islam secara menyeuruh (kaffah) agar engkau tahu mana ibadah yang sesuai Islam mana yang tidak.

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka selagi masih ada waktu, milikilah Matinul Khuluq atau akhlak yang kokoh yaitu akhlak yang mulia dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya karena sesungguhnya Rosulullah telah mencontohkan :” Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung (QS 68:4).

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka selagi masih ada waktu, milikilah Qowiyyul Jismi atau kekuatan jasmani yaitu memiliki tubuh yang kuat sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam dan kegiatan dunia secara optimal apalagi Rasulullah SAW bersabda : Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah (HR. Muslim).

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka selagi masih ada waktu, milikilah Mutsaqqoful Fikri atau Intelek dalam berpikir yaitu memiliki wawasan keislaman dan keilmuan dunia yang luas karena Allah berfirman : Katakanlah: “Samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”, Sesungguhnya orang-orang yang berakalah yang dapat menerima pelajaran (QS 39:9).

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka selagi masih ada waktu, milikilah Mujahadatul Linafsihi atau berjuang melawan hawa nafsu yaitu melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk dengan kesungguhan. Kesungguhan itu ada saat seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu yang sejalan dengan sabda Rasulullah SAW: Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam) (HR. Hakim).

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka selagi masih ada waktu, milikilah Munazhzhamun fi Syu’unihi atau teratur dalam suatu urusan yaitu professional dalam melaksanakan urusan ubudiyah (ibadah) maupun muamalah (kemasyarakatan) dimana salah satunya adalah professional di dunia kerja.

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka selagi masih ada waktu, milikilah Qodirun ‘Alal Kasbi atau mampu berusaha sendiri yaitu mampu mandiri secara ekonomi atau mampu mencari nafkah. Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah SWT karena rizki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan ketrampilan. Maka tuntutlah ilmu setinggi-tingginya selagi engkau masih hidup.

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka selagi masih ada waktu, milikilah Nafi’un Lighoirihi atau bermanfaat bagi orang lain yaitu memberikan manfaat yang baik dimanapun berada, sehingga orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar sejalan dengan sabda Rasulullah SAW: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Qudhy dari Jabir).

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka hanya ini yang dapat aku berikan kepada kalian sebagai ungkapan terimakasih atas kerjasama selama ini. Sebuah nasihat untuk masa depan agar kalian bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya yang dikenal dengan harishun ‘ala waqtihi. Sebuah nasihat yang jika kita melaksanakannya maka kita menjadi orang yang sukses didunia tanpa melupakan sukses di akhirat.

Kriiiing, aku memang hanya jam weker, namun aku adalah penanda waktu. Maka selagi masih ada waktu, maafkanlah segala khilaf dan salah. Karena mungkin ini perjumpaan kita yang terakhir, namun jika Allah berkehendak kita bersilaturahim di lain waktu dan kesempatan maka kesyukuranlah yang pantas kita ungkapkan.

*ditulis untuk tim Project LUP Sucofindo 2011. Apresiasi yang sangat tinggi atas ker
jasama dan dedikasi dalam menyelesaikan project saat banyak pihak tidak memanfaatkan waktunya dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 15 Februari 2012 by in Islam and tagged , .
%d blogger menyukai ini: