Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

PILKADA DKI: Qolu ma’dzirotan ila robbikum

Duhai Rabb, maka saksikanlah… sesungguhnya aku telah menyampaikan ayat –Mu tentang larangan memilih pemimpin non muslim yaitu : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” .(Al Maa’idah : 51). Akupun telah memberikan data bahwa gubernur dan wakilnya adalah satu paket pemimpin karena masing-masing berbagi tugas pemerintahan dan wakil akan menggantikan sang gubernur jika gubernur berhalangan sementara apalagi berhalangan tetap. Jadi ketika wakilnya non muslim, maka berarti kita memberikan sebagian kepemimpinan ke pundak non muslim yang Engkau larang untuk dipilih menjadi pemimpin.
Secara demokrasi, sangat tidak bakal terjadi Amerika Serikat sebagai pegiat demokrasi dengan penduduk mayoritas non muslim mau dipimpin oleh muslim. Demikian pula, Vatikan tidak akan mau dipimpin oleh Syaikh Tantowi sebagaimana kami tidak rela Al Azhar dipimpin oleh Paus. Itulah mengapa kami tidak akan pernah rela DKI Jakarta yang mayoritas muslim, dibangun oleh para pahlawan muslim namun dipimpin oleh non muslim-walau itu wakilnya.
Duhai Rabb, maka saksikanlah… sesungguhnya aku telah menyampaikan ayat –Mu tentang mengambil orang kafir sebagai teman akrab yaitu : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali (wali jamaknya auliyaa: berarti teman yang akrab, juga berarti pelindung atau penolong) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?” (An Nisaa’ : 144). Akupun telah memberikan contoh-contoh fakta kejadian baik di Indonesia maupun di dunia tentang kesudahan orang-orang yang mengambil wali orang kafir akhirnya ditipu oleh mereka. Bukankah mereka tetap condong dengan agamanya dan benci dengan Islam?
Duhai Rabb, maka saksikanlah… sesungguhnya aku telah menyampaikan ayat –Mu tentang larangan memilih pemimpin yang menjadikan agama sebagai bahan ejekan yaitu : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman. “ (Al Maa’idah : 57). Akupun telah menginformasikan bagaimana ia melecehkan ayat Al Qur’an dengan menganggapnya lebih rendah dari ayat konstitusi dan bagaimana pendukungnya mencaci maki para kyai, ustadz, habib dan ulama dengan menyebut mereka dengan kyai abal-abal. Pelecehen lebih lanjut bahwa ketika ayat-ayat-Mu dibacakan, maka mereka tuduh melanggar SARA. Bukankah itu Firman-Mu? Berarti secara nggak langsung mereka menuduh Engkau ya Allah melanggar SARA, na’udzubillah padahal beberapa diantara mereka mengaku muslim.

Duhai Rabb, maka saksikanlah… sesungguhnya aku telah menyampaikan informasi tentang apa yang tersembunyi dari mereka yang telah Engkau ungkap yaitu : bahwa pencitraan ‘pengabdian’ adalah kebohongan dan yang benar adalah ambisi jabatan, bahwa beredarnya SMS dan spanduk untuk mendukung ‘anak Tuhan ‘sebagai batu loncatan ke tingkat lebih tinggi, bahwa pencitraan peduli wong cilik hanya untuk mendulang suara terbukti pelecehan tentang buruknya ‘warteg’, bahwa pencitraan ‘kere’ sehingga jualan baju untuk modal kampanye tidak sejalan dengan banyaknya iklan kampanye di televisi dimana satu spot 30 detik adalah 30 juta. Namun ternyata mereka tetap teguh dengan ashobiyah kesukuan dan kedaerahan daripada melihat fakta dan merajut ukhuwah islamiyah.
Duhai Rabb, maka saksikanlah… sesungguhnya aku telah menyampaikan ayat –Mu mengenai hal – hal yang dapat membatalkan keislaman karena mengingkari ayat al Qur’an tentang memilih pemimpin dengan ancamanmu :” Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (Al Maa’idah : 54). Bahkan ada yang mencela agar aku menghentikan sharing informasi dengan alasan akan menghancurkan persaudaraan angkatan (ukhuwah insaniyah) disaat persaudaraan islam ia singkirkan. Salah satu hak dalam persaudaraan dalam islam adalah mengingatkan saudaranya agar tidak terjerumus kedalam maksiat dengan menyerahkan urusan hidayah hanya kepada Allah.

Duhai Rabb, maka saksikanlah… sesungguhnya aku telah menyampaikan ayat –Mu tentang Otoritas-Mu untuk menetapkan pemimpin yaitu : “Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. “(Ali Imron : 26). Maka hambamu ini memasrahkan kepada Engkau akan memenangkan pasangan tertentu, bahkan mungkin yang tidak kami sukai sekalipun namun menurut engkau baik untuk kami. Hanya saja, jika Engkau memenangkan pasangan yang melecehkan ayat-ayatmu dan melecehkan para ulamamu, maka bisa jadi agama Islam ini makin terlecehkan dan terpinggirkan walau secara jumlah pengikutnya mayoritas. Para ulama, kyai, ustadz dan habib akan berat untuk tegak berdakwah. Maka dengan ini kami mohon Pertolongan-Mu untuk memenangkan Islam dan menyelamatkan kaum muslimin.
Duhai Rabb, maka saksikanlah… sesungguhnya aku telah menyampaikan ayat – ayat–Mu, maka hidayah bukanlah urusanku namun menjadi Hak-Mu. Maka ku mohon berikanlah hidayah kepada mereka yang Engkau Kehendaki. Termasuk hidayah kepada kaum muslim yang golput padahal saat detik -detik mereka akan dipimpin oleh non muslim, padahal dalam kajian mereka mengharamkan dipimpin oleh non muslim namun enggan untuk berjuang agar pemimpinnya bukan non muslim.
Duhai Rabb, maka saksikanlah… sesungguhnya aku telah menyampaikan ayat –Mu. Qolu ma’dzirotan ila robbikum …, Maka jadikanlah ini bukti ketika aku hadir dihadapan-Mu pada saat pengadilan akhirat nanti.
*************
Epilog.
Teman-teman, adik – adik angkatan, kakak-kakak angkatan dan siapapun yang kemarin berdiskusi tentang Pilkada DKI. Tulisan ini adalah ending-nya. Saya mohon maaf jika terdapat hal yang kurang berkenan atau kalimat yang menyakiti. Selanjutnya pilihan kembali kepada anda sekalian dengan konsekuensi akan kita terima masing-masing di Pengadilan Akhirat nanti. Untuk yang non muslim, saya tegaskan ini bukanlah SARA karena saya tidak menghina agamamu. Yang saya bahas adalah tentang agamaku. Akan menjadi SARA jika kalian melarangku untuk membacakan ayat Al Qur’an dan melarangku mencegah kemungkaran, karena itu bagian dari melaksanakan agama dan kebebasan melaksanakan agama dilindungi oleh UUD 1945.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 18 September 2012 by in Islam, Politik and tagged .
%d blogger menyukai ini: