Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

Jujur itu Hebat…

Benar… Jujur itu hebat …, itulah mengapa salah satu sifat Nabi adalah Jujur atau Sidiq. Karena memerlukan kehebatan berupa kejujuran agar ajaran yang mereka bawa dipercaya atau diimani ummatnya. Bagaimana ummat akan masuk ke dalam agama yang diajarkan, jika sang Nabi adalah sosok pembohong alias tidak jujur. Jangan sampai kala sang Nabi memberitahu ummatnya agar beriman kepada Allah, lantas ummatnya berkata :”Ah yang bener? Berani sumpe lo kalo ni Tuhan beneran…?”

Benar… Jujur itu hebat …, itulah mengapa ada seorang wanita sahabiyah yang telah menikah mengaku dihadapan Rosulullah bahwa jujur ia telah berzina dan saat ini ia mengandung anak hasil zinanya. Sebuah pengakuan yang akan membawanya kepada kematian, karena bagi yang telah menikah maka jika ia berzina ia harus dirazam. Rosulullah memintanya kembali saat ia telah melahirkan. Setelah melahirkan, tanpa menunda ia mendatangi lagi Rosulullah sambil membawa anaknya, dan Rosul memintanya untuk menyusui anaknya dulu selama 2 tahun. Tepat 2 tahun kemudian ia kembali menemui Rosul sambil membawa anaknya yang sedang memakan roti sebagai bukti sang anak telah disapih. Maka dirazamlah sang wanita dengan menamanya sebatas leher dan dilempari dengan batu. Saat ada darah wanita tersebut terciprat mengenai Umar, maka umar melaknat sang wanita, namun Apa kata Nabi. Duhai Umar, apabila taubat wanita ini diberikan kepada ahlul madinah maka cukup. Itulah kehebatan buah kejujuran sang wanita. Nilai taubat di mata Allah yang sangat besar, walau di mata manusia ia dihina sebagai pezina namun karena taubatnya ia berhak masuk ke dalam syurga.Itu baru Hebat. Untuk apa terhormat di dunia, namun dihinakan dihadapan Allah kelak?

Benar… Jujur itu hebat …,itulah mengapa imam Syafi’I begitu ikhlas memberitahukan bahwa ia membawa uang pemberian ibunya dan memberitahu dimana menyimpannya. Ia tidak khawatir kalau ia akan kehilangan seluruh uangnya sebagai akibat kejujurannya. Yang ia tahu, kala ibunya memintanya untuk selalu jujur tentulah bukan nasehat ‘kacangan’ dan tentu merupakan ajaran Allah yang luar biasa. Dan benar, akibat kejujurannya itulah maka gerombolan perampok itu akhirnya taubat dan ia sendiri menjadi seorang imam mahzab yang diikuti banyak ummat islam sampai hari ini. Bukankah itu kehebatan yang Allah berikan sebagai hadiah kejujurannya? Dan ia tidak berkelit:” Aku kan sedang dalam perjalanan dakwah/jihad maka aku boleh tidak jujur”

Benar… Jujur itu hebat …, itulah mengapa seorang pemuda dengan semangatnya mencari pemilik apel yang dimakannya. Padahal apel itu dipungutnya dari tengah aliran sungai yang tentunya sulit mengetahui dari pohon manakah gerangan apel ini berasal. Disusurilah aliran sungai itu sampai ditemukan pohon apel yang buahnya sama seperti yang ia makan, maka ditemuilah tuan sang pemilik kebun apel untuk meminta maaf dan meminta untuk mengikhlaskan apel yang ua makan. Manakala diketahuinya seorang lelaki muda yang begitu jujur dan bersemangat untuk mempertanggungjawabkan kejujurannya, timbul keinginannya untuk menikahkan sang pemuda dengan anak sematawayangnya. Disampaikanlah bahwa ia akan memberi maaf dan mengikhlaskan apel itu jika sang pemuda mau menikahi putrinya yang jelek, buta, tuli dan lumpuh. Maka sekali lagi kehebatan kejujuran diuji dan pemuda itu menang. Bagi lelaki biasa tentu tidak akan mau menikahi gadis yang jelek, buta, tuli dan lumpuh. Tapi ini adalah sosok lelaki hebat, lelaki yang jujur, maka dengan ikhlas ia menerima putri pemilik apel yang jelek, buta, tuli dan lumpuh sebagai istrinya hanya demi maaf dan ikhlas dari tuan pemilik apel. Dan kehebatan ‘jujur’ ini Allah berikan ganjaran di dunia yang luar biasa berupa putri yang sangat cantik, tidak buta, tidak tuli dan tidak lumpuh. Ternyata maksud jelek adalah karena ia tidak pernah menyombongkan kecantikannya, maksud buta adalah ia tidak pernah melihat apa yang bukan haknya, maksud tuli adalah ia tidak pernah mendengar apa yang Allah benci dan maksud lumpuh adalah kakinya tidak pernah digunakan untuk mendatangi tempat-tempat yang dilaknat Allah.

Benar… Jujur itu hebat …, itulah mengapa keempat contoh diatas layak untuk menjadi bukti benarnya ungkapan tersebut. Ungkapan itu berfungsi ke dalam sebagai bukti bahwa sang pemilik ungkapan adalah orang – orang jujur yang dengannya ia akan menjadi hebat. Karena jika didalam tidak jujur maka termasuk golongan para munafik. Selain itu ungkapan ini berfungsi keluar agar orang lain disekitarnya dapat berusaha dengan semangat menjadi orang jujur. Hal ini agar kumpulan orang hebat semakin banyak, dan Negara yang memiliki kumpulan orang hebat pastilah menjadi Negara besar yang disegani kawan maupun lawan.

Benar… Jujur itu hebat …, ini adalah slogan KPK atau Komisi Pemberantas Korupsi. Sebuah slogan yang dipajang pada banner besar digedungnya dan terpampang dibeberapa sudut jalan atau di avatar-avatar berita tentang KPK. Tentunya KPK terdiri dari pimpinan, penyidik dan pendukung yang jujur, yang dengan kejujurannya akan terihat kehebatannya dalam memberantas korupsi. Kalaupun mungkin didunia jaman ini susah mencari penegak hukum yang jujur, maka semoga di KPK banyak orang yang sedang belajar menjadi orang jujur sehingga kalaupun masa lalunya kelam dan ber’kasus’ maka ia akan dengan lantang menunjukkan kejujurannya dengan mengakui ia tidak sempurna dan siap belajar untuk jujur, dimana dia juga siap bertanggunjawab atas perbuatannya dimasa lalu. Disisi lain, para tersangka koruptorpun harus dengan legowo untuk jujur mengakui kesalahanya. Jujur dengan perbuatan korupsinya dan jujur dialirkan kemana saja uang hasil korupsinya itu sehingga KPK dapat dengan mudah dan cepat menyelesaikan kasusnya dan mengembalikan harta ‘haram’nya ke Negara. Tidak usahlah ngeles saya adalah anggota dewan yang terhormat, atau ustadz yang dekat dengan malaikat, atau pejabat yang merakyat. Jujurlah, yang semoga dengan kejujuran itu adalah awal baginya untuk bertaubat, yang dengan taubat itu Allah bangunkan rumah di Syurga.

Benar… Jujur itu hebat …, oleh karena itu jangan ada dusta diantara kita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 1 Juli 2013 by in Uncategorized and tagged , .
%d blogger menyukai ini: