Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

Hal antum rijalu da’wah? (Apakah kalian adalah para pengerak dakwah?)

Hal antum rijalu da’wah? Maka yakinlah ini adalah jalan para Rosul, sebagaimana Firman Allah SWT: “Katakanlah (Hai Muhammad): “Inilah jalanku: aku dan orang-orang yang mengikutiku berdakwah (mengajak kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (Yusuf : 108).
Sebuah jalan dimana disanalah perkataan terbaik, “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang berdakwah (menyeru) kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (Fushilat : 33).
Hal antum rijalu da’wah? Maka lihatlah apa perumpamaan yang diperoleh para Da’I, Sabda Rasulullah saw kepada Ali bin Abi Thalib: “Demi Allah, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan (dakwah)mu maka itu lebih bagimu dari unta merah.” (Bukhari, Muslim & Ahmad). Dimana Ibnu Hajar Al-‘Asqalani ketika menjelaskan hadits ini mengatakan bahwa: “Unta merah adalah kendaraan yang sangat dibanggakan oleh orang Arab saat itu.”
Selain itu, ganjaran dakwah adalah ternyata lebih besar dari dunia dan seisinya seuai hadits :“Wahai Ali, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan usaha kedua tanganmu, maka itu lebih bagimu dari tempat manapun yang matahari terbit di atasnya (lebih baik dari dunia dan isinya). (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak). Maka siapakah yang sudah tidak perlu dengan dunia dan seisinya?
Selanjutnya, Selain ganjaran yang besar, maka Allah menjanjikan pertolongan baik di dunia maupun di akhirat :”Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Muhammad : 7). Maka siapakah yang sudah tidak perlu dengan pertolongan Allah.
Hal antum rijalu da’wah? Maka renungilah wahai saudaraku, Allah telah memilih kalian diantara ratusan bahkan ribuan dari karyawan perusahaan ini untuk mengisi pos – pos dalam majelis ta’lim, apapun posisinya dan dimanapun berada untuk bersama – sama menyeru kedalam kebaikan dan mencegah kemungkaran diantara kesibukan tugas – tugas rutin perusahaan. Yakinlah Allah tidak sedang lupa memilih kalian manakala kalian berkata: “Kami sangat sibuk, maka tidak ada waktu untuk berdakwah”. Itulah gunanya bekerjasama, saat ada yang sibuk maka yang lain menggantikan. Ada sedikit saja waktu kita miliki, maka tengoklah majelis ta’lim ini sebagai rasa syukur kita telah dipilih Allah dalam barisan penyeru Dakwah-Nya.
Saudaraku, mungkin ada diantara kalian yang berkata: “Saya belum memiliki cukup ilmu untuk berdakwah dan merasa tidak pantas dipilih sebagai da’I”. maka, mungkin dengan Allah memilihmu masuk dalam kepengurusan adalah jalan Allah untuk menjadikanmu baik, sebagaimana Sabda Rasulullah :”Barang siapa yang diinginkan kebaikan kepadanya maka akan difakihkan dalam agama “(HR Al Bukhari dan Muslim). Bukankah “Menuntut ilmu wajib bagi setiap Muslim.” (HR. Ahmad dengan sanad hasan)

Hal antum rijalu da’wah? Maka ketahuilah saudaraku, berdakwah itu adalah untuk mencegah azab Allah di dunia: ”Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu , di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik. Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu , dan supaya mereka bertakwa. Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. (Al-A’raf : 163-165). Disini perlu beberapa orang yang senantiasa menyeru kaumnya agar menjauhi kerusakan, karena ketika azab datang, ia datang bukan hanya kepada yang fasik atau bermaksiat, namun ia datang juga kepada mereka yang taat tanpa terkecuali. Maka apakah engkau sedang menanti azab Allah itu?
Hal antum rijalu da’wah? Maka ketahuilah saudaraku, berdakwah itu adalah untuk mencegah azab Allah di akhirat dengan memasukkanmu ke dalam al jannah : “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang (As Shaft 10- 11). Maka apakah syurga tidak menarik bagimu.

Hal antum rijalu da’wah? Maka ketahuilah hanya dengan dakwah itulah maka umat terbaik akan lahir, karena : “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (Ali Imran : 110). Mungkin bukan generasi kita yang akan menjadi ummat terbaik, namun kita adalah generasi yang menyiapkannya. Maka apakah kita akan tenang hanya sebagai penonton?
Hal antum rijalu da’wah? Maka sadarilah kita adalah kumpulan manusia, yang pasti banyak kesalahan diantara kita, banyak perselisihan diantara kita. Namun apakah kesalahan dan perselisihan itu membuat kita mundur (insilah) dari jalan dakwah ini? Yang kita perlukan adalah salamatu sadr-berlapang dada atas kesalahan saudara kita dan atas perselisihan yang terjadi. Bukankah untuk mendapat ampunan Allah dan al jannah kita harus bertakwa dengan menahan marah dan member maaf: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Ali Imron 133-134). Bukankah Allah member cara kita untuk membersihkan hati dari dengki kepada saudara seiman :” “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (AL Hasyr : 10)

Rabbanaghfirlana wali-ikhwaninal ladzina sabaquna bil imani wala taj’al fi qulubina ghilan lilladzina amanu rabbana innaka rau-fur rahimu.

Hal antum rijalu da’wah? Aina anta?
(Apakah kalian adalah para pengerak dakwah? Dimana kalian?)

#SaveMesirdariDIktator

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 30 Juli 2013 by in Uncategorized.
%d blogger menyukai ini: