Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

Hikmah Nasehat Syeikh Jum’ah Amin untuk SUCOFINDO

Semalam membuka FB dan mendapati status beberapa teman Dumay (Dunia Maya) dengan judul “ Mengenang Nasehat Syeikh Jum’ah Amin untuk kader dakwah”. Saya tidak mengenal siapa Syeikh Jum’ah Amin dan dimana beraktifitas, namun saya tertarik dengan nasihat beliau berdasarkan pepatah “Undhur maa qoolaa, walaa tandhur man qoola” (Lihat apa yang dibicarakan, jangan lihat siapa yang berbicara), dimana apa yang dibicarakan tentunya harus di filter dengan kaidah – kaidah keislaman sehingga jika sejalan maka diterima, jika berlawanan maka ditolak. Nasehat tersebut menurut kami dapat juga menjadi pelajaran bagi insan -insan SUCOFINDO khususnya yang beragama Islam.

Nasehat Pertama. “Jangan terlalu fokus dengan sebab-sebab materi untuk mencapai kemenangan, tapi kurang fokus pada “Rabbul asbaab” (Allah yang menjadi Tuhan/Pemilik dari sebab-sebab)”

Seperti kita tahu bersama, bahwa saat  ini telah dilakukan re-organisasi khususnya di kantor pusat. Dimana, tujuh portolio jasa yang selama ini dioperasikan 8 SBU, mulai bulan depan digarap oleh 10 SBU. Tujuannya untuk mempercepat pe-ningkatan pertumbuhan pendapat-an. Target pendapatan 2019 sesuai RJPP adalah Rp 4,6 triliun. Perlu tumbuh 22% per tahun untuk capai target tersebut. (Lensa 15/04 tanggal 29 Januari 2015). Artinya untuk mencapai kemenangan (target pendapatan) maka perusahaan telah menyesuaikan struktur organisasi dan melakukan penyegaran (refreshment) dengan menempatkan personil pada posisi yang tepat sebagi modal awal untuk mencapai kemenangan.

Namun kemenangan (target pendapatan) dan jabatan dapat dimaknai sebagai posisi perusahaan diantara pesaing (global player dalam globalisasi/Masyarakat Ekonomi Asean) atau posisi individu dalam perusahaan (Kepala Unit Kerja, Kepala Bagian, Kepala Cabang, Kepala Sub Bagian, dll) hakikat keduanya adalah rizki yang merupakan kekuasaan Allah –dimana Allah sebagai Rabbul Asbabnya. Ingatlah akan Firman Allah: “Katakanlah: Ya Tuhan yang memiliki segala kekuasaan.Engkau berikan kekuasaan kepada barang siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari barang siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau muliakan barangsiapa yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau atas tiap-tiap sesuatu adalah Maha Kuasa. Engkau masukkan malam kepada siang dan Engkau masukkan siang kepada malam, dan ”Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau memberi rezeki siapa yang Engkau kehendaki dengan tidak berkira.”(Ali Imron 26 – 27)

Berdasarkan hal tersebut, maka target pendapatan dan jabatan dapat dipahami sebagai upaya untuk menjemput rizki sehingga jika tercapai maka menambah kesyukuran dan jika tidak tercapai maka ikhlas dengan qodho dan qodharnya seraya bermuhasabah untuk mencari penyebab tidak tercapainya seperti apakah ada maksiat dan dosa yang dilakukan oleh insan-insan SUCOFINDO dalam berkarya baik dengan pihak – pihak internam maupun eksternal perusahaan. Salah satu Rabbul Asbab Rizki adalah dilaksanakannya sholat dhuha oleh individu perusahaan sebagai wasilah permohonan rizki dan kemajuan perusahaan, maka bila memiliki kekuasaan maka buatlah program sholat dhuha bersama (walau sholatnya sendiri-sendiri) di awal waktu kerja sekitar 5-15 menit.

Nasehat Kedua. “Jangan terlalu fokus dengan manajemen (idariyah) dan perencanaan (takhtith)  tapi kurang fokus dalam hak-hak Allah. Perencanaan dan manajemen baru efektif kalau dilakukan oleh tangan yg berwudhu, kening yg banyak sujud, jiwa yg khusyu’, hati yg tenang dan tunduk pd Allah. Tanpa itu, sehebat-hebatnya manajemen dan perencanaan yg dilakukan takkan memberi kemenangan.”

Reorganisasi di akhir Januari ini tentunya akan disusul dengan rapat – rapat manajemen dan perencanaan baik berupa Rapat Pimpinan maupun rapat unit kerja yang keduanya bertujuan menyusun Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)-tahunan dan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) -5 tahunan yang kemudian diturunkan dalam program – program kerja. Namun ingatlah akan firman Allah: “Dan mereka telah membuat perencanaan, tetapi Allah pun telah membuat rencana pula, dan Allah adalah sepandai- pandai pembuat rencana” (Ali Imron 54). Ayat tersebut memberitahukan kepada kita bahwa kita-manusia boleh berencana namun Allahlah sebaik-baik perencana. Maka agar rencana kita sejalan dengan rencana Allah maka ketika sedang rapat dan terdengar adzan, jedalah sekitar 5-10 menit untuk menunaikan sholat jama’ah. Hindarilah rapat – rapat yang mengundang maksiat dan mendzolimi orang lain. Selalu basahilah dahi kita dengan wudlu dan isi hati kita dengan dzikir kepada Allah, maka apapun yang kita rencanakan insyaAllah mendapat petunjuk dari-Nya agar sejalan dengan rencana-Nya.

Selain itu, jika perusahaan ingin melakukan efisiensi untuk meningkatkan laba, maka ingatlah firman Allah “Dan orang-orang yang apabila menginfakkan/membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar.” (Al Furqon 67). Artinya kita berada pada posisi pertengahan, tidak kikir dan tidak mubazir dalam pengeluaran biaya. Tidak kikir berarti tidak mendzolimi individu perusahaan dengan menyulitkan operasional perusahaan serta tidak terlalu lepas menggunakan anggaran perusahaan untuk hal yang tidak dibutuhkan apalagi untuk kepentingan Pribadi. Serulah dan gunakan kekuasaan yang dimiliki untuk mendukung karyawan menyalurkan Zakat, Infaq, dan Shodaqohnya (ZIS)  karena sesungguhnya ZIS itu akan menurunkan rizki individu perusahaan melalui pintu – pintu pendapatan perusahaan.

Nasehat Ketiga. “Senjata kalian (antum) hanya dua: hubungan baik dengan Allah dan akhlak dengan manusia. Dengan itu, dua cinta berhimpun, cinta Allah dan cinta manusia

Akhlak kepada Allah dapat diartikan sebagai sikap atau perbuatan yang seharusnya dilakukan oleh manusia sebagai makhluk, kepada Allah sebagai pencipta (khaliq) yang telah menciptakan kita, menghidupkan kita, memberi rizki yang luas, dan mengatur segala urusan. Ingatlah firman Allah “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. Adz-Dzaariyaat 56) sebagai salah satu wujud Ahlak selain kita menjalankan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala apa yang dilarang-Nya.

Selanjutnya baru kita membina akhlak kepada manusia baik secara internal perusahaan maupun eksternal perusahaan dengan silaturahim, cinta kasih, toleransi, saling memahami, saling membantu dan lain sebagainya.

Wujud Akhlak kepada Allah dan kepada manusia sangat banyak bentuknya, untuk itu datangilah taman – taman syurga (majelis ilmu) disekitar kita agar semakin menjadi muslim yang memahami agamanya kemudian menjalankan agama itu secara paripurna sehinga kelak  kita diberi rizki untuk bertetangga dengan Rosul di Syurga.

Penulis: Koord. PENDAKI MT PT SUCOFINDO (Persero)

*)Syaikh Jumah Amin Lahir tahun 1934 di propinsi Bani Suwef Mesir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 30 Januari 2015 by in Uncategorized.
%d blogger menyukai ini: