Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

Setiap manusia pada dasarnya baik

Setiap manusia pada dasarnya baik, dan hari ini saya sudah membuktikannya. Jadi kalimat ”susah melihat orang lain senang dan senang melihat orang lain susah” hanyalah adagium yang tidak nyata. Buktinya dengan sebuah share foto sebagian surat keputusan direksi yang menjelaskan dibagian mana penempatan seseorang dalam proses reorganisasi sebuah perusahaan, mengalirlah ucapan selamat dan do’a keberkahan kepada yang bersangkutan. Padahal sudah dijelaskan bahwa pada reorganisasi bulan ini tidak ada promosi, namun ucapan terus mengalir sampai ada teman lain yang mengingatkan postingan tersebut bisa perasaan ujub atau riya yang dilarang. Hal ini membuktikan tidak semua orang “susah ketika melihat orang lain senang”. Disisi lain, banjir yang kembali terjadi di Jakarta dimana banyak orang susah tidak pula membuat orang lain senang. Orang – orang dari beda organisasi, beda partai, beda agama, yang bahkan berseberangan dengan gubernur saat ini tetap bahu membahu menolong atau minimal berusaha membantu meringankan beban korban dan pada saat yang sama bekerjasama dengan gubernur dan partai pemenang pilkada untuk menolong korban. Jangan tanyakan motif atau alibi kegiatan itu, namun pada dasarnya manusia” tidak senang  melihat orang lain susah“.

Setiap manusia pada dasarnya baik, dan hari ini saya sudah membuktikannya. Jadi kalimat “tidak ada kawan abadi dan tidak ada musuh abadi” tidak berlaku jika berhubungan dengan sisi kemanusiaan. Seorang musuh politik tetap akan memberikan selamat kepada musuh politiknya yang mendapat suatu jabatan, sebuah perusahaan pesaing tetap akan mengirimkan karangan bunga kepada lawan usahanya saat berulang tahun, seorang ahli debat tetap akan datang ke pernikahan lawannya untuk mengucapkan selamat  berbahagia. Artinya seberapa merugikan karir politik lawannya, seberapa pesaing usaha itu merebut dan menguasai pasar, seberapa menyakitkan suasana dan kalimat debat tidak akan membuat manusia itu memutuskan tali silaturahim dan membuang sisi kemanusiaannya.

Setiap manusia pada dasarnya baik, dan hari ini saya sudah membuktikannya. Jadi kalimat “itu bukan urusan saya” hanyalah pemanis guyonan. Buktinya betapa banyak orang yang berusaha mengingatkan orang untuk tetap berada di jalur agama yang dipercayainya, meskipun orang yang diingatkan tersebut mungkin berkata “siapa lu, jangan urusin gua” dengan konsekuensi terkucil dari komunitas. Betapa banyak teman yang berusaha mengingatkan temannya dari salah jalan, meskipun teman tersebut akan membawa dalam perdebatan panas dan mungkin berkata “sok tahu lu” atau “gua lebih tahu” dengan konsekuensi putusnya pertemanan. Betapa banyak karyawan yang mencoba mengingatkan rekan kerjanya baik bawahan atau atasan agar tidak salah perencanaan, meskipun orang yang diingatkan mungkin berkata “jangan dikte saya” atau “ini wewenang saya” dengan konsekuensi matinya potensi karir atau suasana kerja tidak nyaman. Tapi mereka tidak mudah menyerah untuk ‘sedikit’ masuk dalam urusan orang lain agar orang tersebut tidak salah jalan dan dapat tetap dalam jalur kebahagiaan dan kebenaran.

Jadi kepada kalian yang telah menerima pertemanan saya dalam media sosial ini -yang mungkin sudah lama tidak berjumpa dalam dunia nyata, saya ucapkan penghargaan dan ucapan terimakasih dari hati yang terdalam. Teruslah menjadi teman saya yang lemah dan bodoh ini, mari berbagi kebahagiaan, mari mengingatkan dalam kebenaran, agar kita bisa bersama – sama tetap ‘on the track’ dalam setiap dimensi kehidupan, jikapun mungkin ada – ini mungkin- yang dalam hati kecilnya berkata ‘siapa yang perlu kamu’, namun yakinlah bahwa saya tetap memerlukan kalian sebagai teman-teman saya, yang karena itu kita tetap akan dikenal sebagai MANUSIA.

Jadi kembali, TERIMAKASIH kepada  teman-temanku (yang mungkin beberapa rekan kerja, atasan, keluarga, alumni, rekan dakwah, dll) yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu seluruhnya. Dan MOHON MAAF jika dalam pertemanan kita selama ini terdapat hal – hal yang kurang berkenan, tulisan yang menyakiti atau diskusi yang panas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 11 Februari 2015 by in Uncategorized.
%d blogger menyukai ini: