Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

Dulu Kulihat … (1)

Dulu kulihat orang tertawa

Saat seorang ustadz dipidana
Ramai membully tak berhati tanpa rasa
Bergembira dalam festivalisasi benci buta

Dulu kulihat orang nyinyir
Pada Ustadz yang tak terima suap walau sebutir
Ramai Pustun dan pelacur ditampilkan berbau anyir
Dilayar kaca, koran dan media sosial teman tanpa akhir

Dulu kulihat pengadilan sesat
Tak terima suap dihukum 18 tahun sangat berat
Dihancurkan dengan tuduhan main pelacur berlandaskan ayat
Padahal koruptor Asli puluhan milyar hanya dihukum 4 tahun bebas bersyarat

Tapi Kini kulihat Azab Allah telah diturunkan
Pada Para Durjana yang terima pesanan
Terjungkal karena kasus dokumen keimigrasian
Dipanaskan dengan foto sejoli berpelukan

Namun kulihat status para teman
Masih saja penuh kebencian
Bukankah Allah telah tunjukkan pembuktian
Bahwa jangan kau lakukan walau sedikit kedzoliman
Maka azab Allah itu dekat sebagai hukuman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 24 Maret 2015 by in Uncategorized.
%d blogger menyukai ini: