Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

Dulu Kulihat (2)

Dulu kulihat pelacur berita …

Kini makin masif pula mereka beranjangsana
Dulu kulihat banyak intelektual pecinta berita terlacur …
Kini masih banyak profesor, Doktor, Master, dan Sarjana juga

Dulu ku info pelacur berita menyerang Tuhan dan Kitab
Mereka bilang jangan bawa – bawa agama
Lantas kutanya kemana ku harus taruh ini agama
Sehingga kemana – mana aku bisa tidak beragama

Dulu ku ajak berfikir logika
Mereka bilang ini kata berita
Bahwa janji – janji dari Satrio Pininggit benar adanya
Namun janji tinggal janji, kau belum sadar juga setelah nyata

Dulu ku ajak berbasis peraturan dan prosedur
Kalian bilang lupakan itu kita dukung yang melawan begal
Tidak kah kau belajar bahwa di terminal kadang maling teriak maling
Maka setelah yang lain tercoreng, dia bebas merampok dengan kesuciannya

Dulu ku ajak belajar pepatah
Bahwa tong kosong nyaring bunyinya
Namun kau bilang dia pemberani layak dibela
Faktanya semua hanya wacana-wacana syurga berita

‪#‎dulukulihat‬ ‪#‎kapansadar‬ ‪#‎dinegeriAsyaitona‬

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 24 Maret 2015 by in Uncategorized.
%d blogger menyukai ini: