Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

Duhai kawan… Menghindarlah dari jebakan ‘Supertrap’ Berita

Duhai kawan, berulang kali sudah ku coba ingatkan. Bahwa share berita yang belum jelas, bukanya menjadi peluru tajam tetapi ia menjadi peluru karet yang menghantam kita sendiri. Iya kalo hanya pribadimu saja, tapi bagaimana kalau yang kena pantulan peluru karet itu organisasimu, lembaga dakwahmu, bahkan, agama, Nabi dan Tuhan-mu bisa ikut kena pantulannya.. peluru karet sih, tapi sakit dan kalau terus menerus penyok juga ..

Dibawah ini tak kasih contoh ya beberapa ‘peluru karetmu’ itu :

No Berita atau isu yang di Share/Sumber Sumber Isu Penelaahan
1 Inpres no 5/2015 Impor Beras, Jokowi dianggap plinplan menyetujui impor beras

Sumber: viva dan piyungan

Diktum Ketujuh Inpres No 5/2015 :

1.Menetapkan Kebijakan Pengadaan beras dari luar negeri dengan tetap menjaga kepentingan petani dan konsumen

2.Pengadaan beras sebagaimana dimakdus pada angka 1, dapat dilakukan jika ketersediaan beras dalam negeri tidak mencukupi, untuk kepentingan memenuhi kebutuhan stok dan Cadangan Beras Pemerintah , dan/atau untuk menjaga setabilitas harga dalam negeri

3.Pelaksanaan kebijakan pengadaan beras di luar negeri dilakukan oleh perum Bulog

1.    Isi Diktum Ketujuh Inpres No 5/2015 sama persis dengan Diktum Ketujuh Inpres No 3/2012, artinya tidak berbeda dengan presiden sebelumnya

2.    Dari sisi content adalah benar, jika ketersediaan beras kurang maka harga beras akan naik, trus bisa timbul kelangkaan pangan. Maka tugas pemerintah mengadakan beras untuk rakyat.

3.    Penentuan impor lintas kementerian, informasi ketersediaan Beras dari Menteri Pertanian.

4.    Inpres ini bukan ijin impor sekian ribu ton di tahun 2015

2 Betulkah Jokowi Alumni Kehutanan UGM

Sumber: Muslimina

Analisa Jokowi bukan alumni UGM karena perbedaan NIU serta foto kotak kotak. 1.       Analisa ngawur karena data diambil dari website alumni UGM, kalau sesuai metode ilmiah harusnya sumber adalah data alumni di UGM langsung (web/buku)

2.       Sangat mudah dipatahkan oleh civititas akademika UGM atau oleh Jokowi dengan menunjukkan ijasah

3 Pertamina dijual ke asing

Sumber: piyungan

Adanya pendapat dari Pengamat kebijakan public dari Mubyarto Institut, Tarli Nugroho bahwa ada penjualan obligasi oleh Pertamina, yang dimungkinkan dibeli swasta sehinnga pertamina dimiliki swasta asing secara diam – diam bukan melalui IPO. 1.     Obligasi dan saham keduanya adalah instrumen keuangan,   bedanya adalah bahwa pemilik saham adalah bagian dari pemilik perusahan penerbit saham, sedangkan pemegang obligasi adalah semata merupakan pemberi pinjaman atau kreditur kepada penerbit obligasi. Artinya pertamina pinjam uang bukan jual saham.

2.     Privatisasi BUMN diatur melalui UU No 19/2003 pada pasal 75 – 84 yang melibatkan komite  dan DPR. Tidak semudah ‘tuduhan’ obligasi menjadi saham.

Artinya, jika kita menelaah isu maka akan tahu bahwa kebijakan itu bisa jadi tidak bermasalah dan tidak layak di share. Dengan mengeshare maka akan menjadi peluru bagi kita sendiri dengan dianggap hanya ‘iri dengki’ atau haters. Efeknya bagi kader dakwah, organisasinya dan agamanya akan jelek karena kalau sudah biasa share ‘hoax’ atau tidak penting .. maka manusia tidak percaya lagi dengan dakwah.

So, yuk bijak dan cerdas dalam share berita.

Caranya bijak dan cerdas dalam share berita, saya share versi saya ya ..:

  1. Tidak semua berita harus kita share .. lihatlah nilai manfaat dan skala prioritasnya
  2. Lihatlah sumber berita itu, dia harus terdaftar sebagai lembaga pers. Karena jika bukan lembaga pers maka ‘lembaga berita ilegal’ yang tidak dalam pengawasan dan pembinaan KPI/dewan pers. Lembaga illegal patut diduga dilaunching sesuai ‘desain’ atau tujuan tertentu.
  3. Untuk mengecek kebenaran suatu berita, tahap awal coba cek ke lembaga pers yang lain apakah ada berita itu juga. Selanjutnya jika terkait peraturan perundangan, baca peraturan perundangan itu dan analisa isinya. Jika terkait suatu teknis keilmuan, pelajarilah agar kita tahu ruang lingkup isu yang berkembang dan bisa menganalisa kebenaran isu tersebut.
  4. Jangan menjadikan blog seperti yyyyy.blogspot.com atau zzzz.wordpress.com atau jurnalisme independen seperti citizen**rnalism.com atau *omp*asiana.com karena isinya ditulis bebas oleh pembuatnya yang kadang tidak memakai atau bahkan tidak tahu kaidah jurnalistik. Isinya bahkan kadang mirip curhatan. Sumber inilah yang paling mudah diseting sesuai keinginan musuh dalam konteks kontra intelegen.
  5. Gunakan komentar atau status yang ‘netral’ objektif, sehingga jauh dari tuduhan subyektifitas. Yang bahkan kalau salah komentar bisa masuk ke ranah pidana UU ITE.
  6. Jangan hanya copas link web, tapi sampaikan hasil analisa kita yang komprehensif sehingga ada pendidikan disana, selain ada ‘dalil’ kenapa kita berpendapat seperti itu.

Mohon maaf bukan mau menggurui, tapi meminimalisir risiko. Semangat berdakwah harus dilanjutkan, semangat nahyi munkar harus terus, tapi cerdas dan berstrategi ketika peperangan khususnya perang pemikiran itu juga harus ..

Karena dalam peperangan, ada namanya propaganda dan kontra intelegen … bisa jadi mereka yang buat berita/isu trus kita anggap mendukung kita .. eh .. akhirnya menjadi peluru tajam untuk membungkam kita.. rugi kan .. makanya hindari jebakan betmen .. a.k.a supertrap gitu …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 30 Maret 2015 by in Uncategorized.
%d blogger menyukai ini: