Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

Kebahagiaan itu adalah melepaskan

Kebahagiaan itu adalah melepaskan

Melepaskan keinginanmu untuk menggebu memperbanyak harta
Menggantinya dengan kepasrahan ditunjuk menjadi pengelola harta
Penunjukan dari Illahi Robbi Sang Perencana
Sehingga harta yang kita kelola tidak membuat kita jumawa
Lantas harta itu kita tumpuk dengan sejuta kunci gudang harta
Tapi seharusnya harta membuat kita bermanfaat bagi sesama

Kebahagiaan itu adalah melepaskan
Melepaskan keinginanmu untuk mendapatkan istri – istri yang cantik
Menggantinya dengan kepasrahan diberi oleh Pemilik Takdir
Pemberian dari Ar Rozaq pemilik pintu – pintu rizki
Sehingga istri – istri yang cantik itu tidak membuat kita ujub
Lantas memamerkan aurat kecantikan mereka pada khalayak ramai
Tapi seharusnya kecantikan mereka membuat kita rindu akan bidadari syurga

Kebahagiaan itu adalah melepaskan
Melepaskan keinginanmu untuk mendapatkan suami yang tampan lagi kaya
Menggantinya dengan kepasrahan diberi pelindung oleh Sang Maha Kuat
Pemberian dari Al Azis pemilik segala kekuatan
Sehingga suami tampan lagi kaya tidak membuat kita terlena
Lantas kau pasrahkan perlindunganmu hanya di dadanya yang rata
Tapi seharusnya perlindungan mereka adalah sunatullah perlindugan-Nya.

Kebahagiaan itu adalah melepaskan
Melepaskan keinginanmu untuk lepas dari kesakitan
Menggantinya dengan kepasrahan bahwa sakit adalah bagian dari penghapusan Dosa dari Sang Pemaaf
Pemaafan dari Al Ghofar pemilik pengampunan
Sehingga sakit yang kita derita tidak membuat kita mencaci buta
Lantas kau putus asa seolah kesembuhan itu lama
Tapi seharusnya sakit itu membuat kita banyak beristighfar mohon ampunanNya

Kebahagiaan itu adalah melepaskan
Melepaskan keinginanmu untuk mendapat anak banyak
Menggantinya dengan kepasrahan anak itu adalah amanah dari-Nya
Amanah memperbanyak ummat Nabinya dari Allah Tuhan Semesta Alam.
Sehingga banyak atau sedikitnya anak tidak membuatmu sedih atau bangga
Lantas kau pamerkan dengan ejekan kepada mereka yang tak berpunya
Tapi seharusnya banyaknya anak menjadi langkah untuk mendidik mereka sesuai risalah Rosul Mulia.

Kebahagiaan itu adalah melepaskan
Melepaskan keinginan agar semua sanak keluarga berumur panjang
Menggantinya dengan kepasrahan bahwa umur itu sudah ditentukan sejak jamam Azali
Ditentukan oleh Pemilik Ruh kapan ruh itu harus pulang ke Negeri Akhirat
Sehingga kematian sanak keluarga tidak membuat kita sedih tak berkesudahan
Lantas kau terus menangis dan mengurung diri dalam kamar
Tapi seharusnya kematian itu menjadi pengingat menyiapkan bekal pulang agar tak tersesat ke Jahannam tapi ke Jannah-Nya.

Kebahagiaan itu adalah melepaskan
Maka mari kita lepaskan
Gantilah dengan kepasrahan
Kepasrahan yang membahagiakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 26 Mei 2015 by in Uncategorized.
%d blogger menyukai ini: