Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

Khusnudzon billah…

Pagi ini, Baru 50 meter ‘ngegas’ motor di gang depan rumah, tiba – tiba mesin mati dan susah hidup sekitar 10 detik … dilanjutkan dengan di pertigaan ada angkot yang menutupi jalan untuk belok ke kiri… pas mau di salip .. eh dia bergerak jalan.. akhirnya mengalah ngerem untuk mempersilahkan sang raja jalanan untuk lewat… eh sudah ngerem satu meter kemudian berhenti lagi pas di ujung tikungan… akhirnya disaliplah sang raja jalanan tersebut sambil kasih hadiah ‘bunyi’ klakson agar ia tak ngegas saat disalip.

Normalnya, pikiran ini bingung kok motor tiba – tiba mati baru 50 meter.. trus sedikit ndongkol ketika sang raja jalanan berbuat sesuka hati ..

Tapi …

500 meter selanjutnya membuatku sadar … ada kecelakaan motor vs motor .. di kanan kiri jalan baru saja diangkat para korban masing masing ke pinggir jalan … Cepat berpikir … astaghfirullah hal ‘adzim … Allah sedang membukakan hati ini untuk menerima pertolongannya … bayangkan jika motor tidak mogok dan raja jalanan tidak menghalangi untuk belok ke kiri … maka waktu kecelakaan pastilah pada saat aku berada disana .. mungkin dengan mogok tersebut dan terhalang angkot maka Allah berKehendak menyelamatkan diri ini dari terlibat dalam kecelakaan…

Itulah yang mungkin kurang dari kita hari ini sahabat …. khusnudzon billah … berbaik sangka kepada Allah.

Selanjutnya … timbul pertanyaan.. apakah kita juga khuznudzon billah saat misalnya:

  1. Diberikan pemimpin Negara yang mendzolimi
  2. Diberikan wakil rakyat yang tidak amanah
  3. Diberikan tetangga yang menyebalkan
  4. Diberikan keluarga besar yang egois
  5. Diberikan tempat kerja yang tidak menghargai karya kita
  6. Diberikan beban kerja yang sangat besar saat rekan lain bisa santai
  7. Diberikan atasan yang sok kuasa
  8. Diberikan rekan kerja yang manfaatin
  9. Diberikan bawahan yang tidak menurut
  10. Diberikan istri yang tidak sempurna di mata kita
  11. Diberikan anak yang susah diatur

Sudahkan kita mengambil hikmah mengapa kita misalnya diberikan hal- hal tersebut?

Apakah yang keluar dari mulut kita istighfar atau sumpah serapah?

Apakah yang keluar dari mulut kita caci maki atau do’a agar Allah rubah keadaan?

Merenung yuk … sudahkah kita khusnudzon billah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 3 Juni 2015 by in Uncategorized.
%d blogger menyukai ini: