Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

Belajar  FOkus dari Restoran Padang

DSC_0188jk

Sumbergambar: Johorkaki.blogspot.com

Fokus itu ibarat makan di Restoran Padang. Di meja kita akan disuguhi beraneka menu seperti: Rendang, Paru, Dendeng, Telur Dadar, Perkedel, Ayam Pop, Ayam Bakar, Ayam Cabe Hijau, Ayam Goreng, Ikan Goreng, Ikan Bakar, Pindang Ikan, Gulai Kepala Kakap, Cincang/Kikil, Oseng Ikan Cabe Hijau,  dan tak lupa ciri khas Lalapan, Sayur Nangka, Oseng Terong, Sambal Hijau, dan Sambal Merah serta Nasi dan ‘nambahnya’. Belum segelas teh tawar gratis dan jenis minuman yang kita pesan secara khusus.

FOkus itu bukan memberi janji pada Otak kita bahwa kita akan memakan semuanya. Tapi FOkus itu menjanjikan akan memakan menu yang prioritas  (Sasaran/Target) dengan jumlah yang mungkin diraih (accountable) pada waktu tersebut dengan mempertimbangkan:

  1. Kesiapan dan ketersediaan Personil dalam hal ini kapasitas dan kapabilitas perut kita. Kapasitas berarti berapa banyak jumlah makanan dan minuman yang dapat mengisi lambung dan usus kita. Ada orang yang dapat mengisi dua piring nasi ditambah 3 lauk serta 2 gelas minuman, namun ada yang kapasitasnya hanya satu piring nasi dan satu lauk serta segelas minuman. Kapabilitas berbarti kemampuan perut kia untuk mengolah, kalau kemarin baru buang – buang air maka menu yang pedas pasti dihindari, kalau perut kita mulas jika kemasukan santan maka menu santan pasti tidak dilirik, belum lagi mempertimbangkan efek pengolahan menu yang berkolesterol serta memicu naiknya tekanan darah. Kunci Sukses di sini adalah kenalilah personil kita, sejauh mana kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki.
  2. Kemampuan Mesin/Peralatan Produksi dalam hal ini mulut berserta gigi, gusi, dan lidah kita. Kemampuan disini berarti tingkat Efesiensi dan efektifitas mesin/peralatan produksi untuk menghasilkan produk yang kita tawarkan (baca: janjikan). Jika gigi kita banyak berlubang atau bahkan sudah tanggal di kanan kiri, mungkin menu daging harus diabaikan dan beralih ke telur dadar atau perkedel. Jika sedang sariawan maka mungkin menu pedas dapat kita tunda sampai kunjungan ke Restoran Padang berikutnya. Apalagi kalau sedang sakit gigi, mungkin saja opsi makan di warung padang bisa gita gantikan dengan makan bubur sumsum. Artinya, kenalilah kondisi mesin/peralatan yang kita miliki. Sesuaikanlah target output yang dijanjikan dengan kondisi efisiensi dan efektifitas mesin yang kita miliki. jika memungkinkan untuk memperbaiki atau menambah mesin/peralatan maka perlu diperhitungkan analisa investasinya, misal menambal gigi yang bolong atau memasang gigi palsu menjadi prioritas jika masih ingin makan menu yang a lot atau keras.
  3. Kemampuan financial yang kita miliki atau dengan kata lain isi dompet kita lebih banyak ‘Sukarno Hatta’ atau Patimura, lebih banyak kartu ATM ‘berisi’, atau kartu nama tempat kreditan. Hal ini menjadi penting manakala kita menjanjikan Otak kita untuk memakan menu semuanya, trus perut kita ternyata sedang lapar – laparnya dan gigi bolong serta gigi palsu sudah dipasang namun ketika melihat isi dompet ternyata tinggal satu lembar “Sukarno Hatta’, maka tentunya menu yang mungkin kita makan hanya 2 piring nasi, satu kepala kakap, dan segelas jus ditambah lalapan dan sambal sebagai penyeimbang. Artinya sesuaikan target yang dijanjikan dengan Finansial yang kita miliki. Jangan sampai karena maruk maka akhirnya kelaur opsi ‘menyekolahkan KTP” atau mencuci piring kotor sampai restoran tutup.

FOkus itu menjadi penting agar apa yang kita janjikan bukanlah ‘PENCITRAAN’ namun sesuatu yang terukur yang dapat kita raih (ACCOUNTABLE). Ini juga menggambarkan sejauhmana tingkat kemampuan Akuntabilitas kita apalagi sebagai Struktural/Bos/Pimpinan/Atasan. Artinya sejauh mana kita FOkus, maka semakin tinggi potensi kesuksesan kita raih.

Mungkin ada sedikit pepatah yang perlu kita sebarluaskan :”Lebih baik kurang PIKNIK daripada kurang FOkus, karena kalau kurang FOkus akan menahan KESUKSESAN tapi kalau kurang PIKNIK ini saatnya ajukan lembar cuti ke Bos kita dan teriakkan … Ini saatnya Liburan..”

#moring #ilovefriday #letsharepositivething #dontsharesomethingargueable #letsPIKNIK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 21 Agustus 2015 by in Uncategorized.
%d blogger menyukai ini: