Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

Pejabat terpilih: Sopo sing janji, dudu aku?

Kalo pejabat terpilih janjinya tak dipenuhi
Itu bukan disebabkan ia ingkar janji
Karena sebenarnya yang janji itu konsultan politik sakti
Sedang sang calon pejabat dulu hanya baca puisi

Kalo dulu ia janji banjir teratasi
Sebenarnya ia tahu itu tak mungkin terjadi
Bukan karena anggaran sulit dicari
Lebih karena kondisi geografis dan budaya manusia pinggir kali

Kalo dulu ia janji macet teratasi
Sebenarnya ia sadar sedang jualan kecap cap tikus mati
Bukan karena belum ada jalan – jalan tinggi
Lebih karena ini bisnis yang gak boleh mati

Kalo dulu ia paparkan program – program baru
Seolah ia juru selamat bak mesias yang ditunggu
Padahal itu hanya rename program pejabat yang lalu
Macam ganti desain interior lalu launching sebagai tipe mobil baru

Jadi jangan marah kalo ada temenmu yang belum sadar diri
Mungkin ia masih dalam kuasa jampi – jampi
Mantra dari dukun gunung kawi hasil semedi
Yang masih menutupi mata, kuping dan hati

Sehingga kalo kau buat list janji-janji
Trus kau tanya temenmu yang masih cinta mati
Maka jangan heran kau itu ibarat debt collector abad ini
Yang akhirnya lari karena dikejar mereka sambil bawa sate sapi

Note:
This poem is inspired by a movie staring by Julia Robert named by “Our Brand is in Crisis”. The movie took place at a South America’s Country which conducted Presidential Election. Two of candidates invited America’s famous political consultans to help them win the election.
Both of consultans made various programs that were proposing candidate sthrengths, touch marginal and educated peoples hearth, wrapping candidate weakness into beauty appearances, maintain negative campaigns, and play victims strategy.
But, deeply in His hearth, he had his own agendas. And once he was elected, he did not need to waste his time to implement his agendas and forgot his promises.

So.. Those were not his promises. They were America’s consultan promises.

*) Disclaimer: tulisan ini bukan dalam kapasitas menyinyiri satu pejabat terpilih atau calon pejabat yang akan bertarung dalam pemilihan. Tulisan ini murni analisa yang terjadi baik di Indonesia maupun luar negeri. Jika ada yang merasa disindir atau merasa terdakwa berarti analisanya mendekati kebenaran
**) kalo ada kosakata dan grammar yang salah tolong dibetulkan.. Namanya juga masih amatiran.

‪#‎AJAPmakemecreative‬
04/03/2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 5 Maret 2016 by in Politik.
%d blogger menyukai ini: