Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

SEMUA AGAMA (TIDAK) SAMA

Laqad shara qalbi kulla shuratin, fa mar’a li ghazlaanin wa dairun li ruhbanin, wa baitun li autsaanin wa ka’abu thaifin wa alwahu tauratin wa mushhafu Qur’anin, adinu bi diinil hubbi anni tawajjahtu rakaibahu fad dinu dini wa imani” ( Puisi, Ibn ‘Arabi)

Sebuah puisi Ibn ‘Arabi yang bernama lengkap Muhyidin Abu Abdillah ibn Ali ibn Muhammad ibn Ahmad ibn Abdillah al -Hatimi at Tha’i yang artinya: “Hatiku menerima segala bentuk rupa, ia adalah padang rumput bagi rusa, biara bagi rahib, kuil berhala, ka’bah tempat orang thawaf, batu tulis untuk taurat, dan mushaf bagi Al Qur’an. Aku beragama dengan agama cinta, yang selalu kuikuti langkah-langkahnya, itulah agamaku dan keimananku“.

Puisi ini menjadi salah satu azaz bagi JIL dan pemujanya bahwa semua agama adalah sama yang mengantar kepada Tuhan yang sama hanya jalan yang dipilih berbeda. Ibarat mau ke Monas, ia bisa lewat Sudirman-Thamrin, bisa lewat Juanda, Bisa Lewat Ridwan Rais dan sebagainya. Inilah pehamanan yang didengungkan sebagai jalan agar tidak terjadi benturan agama dan ideologi di era ‘Modern’. “Karena pemahaman semua agama adalah puncak cinta, inilah agama cinta” kata mereka.

Di Era modern ini diperkirakan ada 9.000 agama, dengan terbesar adalah Islam, Kristen, Yudaisme, Hindu, dan Budha. Maka pertanyaanya apakah kesemuanya bisa sama, kita ambil mudahnya penggambaran Tuhan oleh masing – masing agama:

  1. Islam memandang Tuhan yang berhak disembah hanya satu yaitu Allah. Allah yang mengatur alam semesta yang tidak serupa dengan mahluk : tidak tidur, tidak letih, tidak bosan.
  2. Yahudi mempercayai satu Tuhan yaitu Yahwe, namun Tuhan bisa saja memiliki sifat manusia seperti lelah, perlu istirahat pada hari ke-7 dari segala pekerjaan yang dibuatNya.
  3. Kristen juga mengakui keesaan Tuhan, tapi sebagian besar mengakui Allah itu adalah Tritunggal.
  4. Hindu menyembah banyak dewa, dikenal dengan Trimurti
  5. Budha tidak memandang Tuhan sebagai penguasa dan pengatur alam semesta.

Itu baru secara ringkas penggambaran Tuhan yang berbeda dari masing masing agama yang jelas – jelas berbeda. Belum tata cara penyembahannya/ibadahnya, yang jika dipandang dari internal agama masing-masing maka akan memandang salah agama lainnya.

Hal yang mungkin sama adalah ajaran agama untuk berbuat baik dengan sesama, dengan binatang, tumbuhan serta dengan lingkungan dan alam semesta. Ajaran agama lain yang mungkin sama adalah larangan mencuri, membunuh, dan berdusta.

Mengatakan agama cinta adalah dengan memahami semua agama sama itu sama saja melakukan ‘PEMERKOSAAN MAKNA’. Hal ini karena Ibn “Arabi dalam Dzakhair al A’laq syarh Turjuman al Asywaq yang dimaksud agama cinta adalah agama Nabi Muhammad saw merujuk pada QS Ali Imron :31: “Katakanlah (hai Muhammad), jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka cintailah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.

Dalam Al Futuhat al Makiyyah bab Fi Maqam al mahabbah, Ibn ‘Arabi juga menjelaskan pengertian cinta dalam ayat tersebut yaitu Cinta kepada Tuhan (hubb ilahi), cinta kepada spiritual (hubb ruhani), cinta kodrati (hub thabi’i), dan cinta material (hubb unshuri). setelah itu ia menjelaskan bahwa cinta kepada Tuhan harus dibuktikan dengan mengikuti syariat dan sunnah Rasul-Nya.

Itulah AGAMA CINTA.

Itulah agama Islam.

(Fahri Abdullah, Ayat – ayat Cinta-2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 19 Maret 2016 by in Uncategorized.
%d blogger menyukai ini: