Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

SETAN BISU

“Ada kalanya diam itu baik, bahkan terbaik. Diam itu emas. Itu adalah diam disaat memang kita harus diam. Dan diam kita bukan sebuah kemungkaran yang baru, melainkan sebuah kebaikan. Tapi adakalanya diam kita mengubah kita menjadi SETAN BISU. Itu adalah di saat seharusnya kita angkat suara dan bicara demi menjelaskan mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi kita diam saja. Saat kita diam saja di kesempatan kita harus bicara tentang kebenaran, kita telah menjelma jadi setan bisu. Kau harus tahu kapan saatnya kau diam, dan kapan kau harus bicara, bahkan tidak boleh diam sekejap pun” (Syaikh Ustman, Fahri Abdullah, Ayat – ayat Cinta-2)
 
Itulah kawan, maafkan aku jika terus mengunggah tema yang mungkin bisa memicu ‘perdebatan’ atau versi beberapa orang tema yang bisa memutus silaturahim antara saudara atau antara teman.
Yakinlah kawan, aku hanya inging memberi perimbangan. Karena “Kesalahan yang terus didengung-dengungkan maka lambat laun menjari kebenaran”. Misalnya kalimat “Tokoh kafir lebih baik dari Tokoh muslim, maka pilihlah pemimpin kafir”.
Kalimat salah dalam pandangan Islam ini jika terus didengungkan tanpa ada penyangkalan maka akan menjadi kebenaran. Kalimat salah yang melawan Al Qur’an, tafsirnya, fiqh 4 mahzab, dan ulama yang hanif. Kalimat salah yang didengungkan oleh ‘tokoh-tokoh’ bayaran, seperti ungkapan KH Hazim Muzadi, banyak tokoh Islam indonesia yang tidak kuat menahan godaan harta.
Jangan khawatir kawan, kalimatku dan komentarku akan kuusahakan santun. Tapi kadang terjemahan Qur’an yang menohok pelaku bisa seolah kalimatku kasar, padahal itu terjemahan Al Qur’an yang tidak dipelintir.
Jangan khawatir juga ini akan memicu SARA, yang kusampaikan adalah ajaran agamaku. Aku tidak sedang menghujat agama lain. Jadi bagi yang non muslim ketika membaca status atau komenku maka pahamilah ini adalah ajaran agamaku dan bukan sedang mencaci agamau.. itulah toleransi…
 
Maaf kawan, semua ini kulakukan karena aku tidak ingin dijuluki sebagai SETAN BISU.
Meski dengar status tersebut, bisa jadi ada kawan yang tersinggung, rekan beda agama yang tidak nyaman, atau klien pekerjaan yang mungkin kabur. Itu terjadi lebih karena ketidak pahaman dan ego tidak mau menerima penjelasan.
 
Sabtu, 19 Maret 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 19 Maret 2016 by in Uncategorized.
%d blogger menyukai ini: