Bagai Tetesan Air Hujan

Hiduplah sekali namun berguna bagi sesama, setelah itu jemputlah Syurga

Sisi lain robohnya Jembatan Tol BSD

Pukul 06.00, PJR menghampiri satu mobil keluarga yang menunggu di belakang jembatan tol BSD yang roboh malam tadi. Dilihatnya seorang sopir sedang serius memandangi jembatan yang menutup aksesnya bekerja ke Jakarta. Dihampirinya sang Sopir.
PJR: Selamat pagi Pak! (Sambil sikap sempurna dan hormat)
S: Selamat Pagi Pak.
PJR: Maaf Pak, Bapak mau kemana kok dari tadi diam saja disini.
S: Saya mau kerja ke Pancoran Pak. Rumah saya di Gading Serpong Luar Tembok, jadi tiap pagi saya berangkat lewat Tol BSD lanjut JORT. Nah giliran pulang saya lewat Tol Dalam Kota. Siklus berangkat dan pulang ini berlawanan dengan arah jarum jam sesuai dengan arah putaran benda benda di alam raya serta arah putaran thowaf. Ini sesuai passion saya untuk melakukan sesuatu sesuai ajaran Islam Pak.
PJR: O gitu, saya hargai keyakinan Bapak. Tapi dalam dua hari ini Tol ini terpaksa tidak bisa dilalui Pak. Seperti yang Bapak lihat, jalanan tertutup puing jembatan. Lebih baik Bapak mundur, trus keluar tol dan cari rute baru. Bisa lewat Graha Bintaro atau Pamulang.
S: Gak papa Pak. Lebih baik saya tunggu disini sampai jalan bisa dilalui. Saya gak mau menghianati passion saya. Apalagi harus melalui rute baru, kalo nyasar gimana.
PJR: Bapak bisa gunakan bantuan Map atau Waze untuk mencarikan rute.
S: Oalah Pak. Itukan aplikasi. Katanya juga suka salah jalur. Dah gitu harus modal paket data lagi!
PJR: Waduh.. Kok gitu ya pemahamannya. Lha kalo Bapak disini terus ya gak kerja dong.
S: Gak papa Pak. Mending saya duduk diam disini daripada menghianati passion saya. Kalo bosen nanti saya beli koran pada pedagang asongan yang lewat, kopi sama tahu Sumedang juga biasanya banyak yang jual. Saya itu orang yang komitmen dengan passion saya dalam segala hal. Toh atasan saya di kantor gak akan ribut dengan sikap saya. Akan ada orang lain yang ambil alih pekerjaan saya. Bahkan atasan saya pasti kerjain, wong dia kan tentunya takut dicopot kalo KPI gak kecapai.
PJR: OK lah kalo itu. Silahkan saja, hanya saran saya move on Pak. Bukan hanya sekedar agar sampai tujuan, tapi agar Bapak bisa menata niat untuk apa bekerja yaitu untuk ibadah. Kerja Bapak bukan untuk atasan tapi untuk menafkahi keluarga. Kerja Bapak itu adalah pelaksanaan kewajiban setelah Bapak digaji oleh perusahaan, ini bukan lagi karena terminologi atasan bawahan. Dan kerja Bapak itu agar Bapak tidak mendzolimi orang lain yang ambil alih tugas bapak, misalnya rekan kerja lain atau atasan Bapak. Dzolim kan Bapak berlaku semaunya, trua rekan atau atasan harus nambah waktu kerja untuk ambil alih tugas Bapak. Bisa jadi jadi keluarga mereka juga jadinya terdzolimi karena waktu keluarga juga kepakai untuk ambil alih tugas Bapak. Jadi move on lah ke passion baru jika diperlukan. Belajar rute baru, kadang kesasar lebih baik daripada duduk diam tidak melakukan sesuatu.
S: $$$?$?$ (ah biarin aja, toh gaji ma insentif tetep lancar).

‪#‎ceritafiktif‬
‪#‎isengdibis‬
‪#‎jembatandiTolBSDroboh‬
‪#‎passionvsngeles‬

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 18 Mei 2016 by in Uncategorized.
%d blogger menyukai ini: